Erlianseptianasari's Blog

Just another WordPress.com weblog

PANDANGAN TANPA UJUNG

terduduk saya di salah satu bangku kereta, dalam perjalanan meninggalkan kota Jogja menuju rumah..

sejenak saya mengingat kembali kota Jogja,

ada banyak cerita disana,

ada berita-berita menggembirakan berisi tawaran yang menurut saya bisa membuat otak saya tidak “mati gaya”. tiada henti syukur saya akan apa yang telah dan akan diberikan Tuhan kepada saya.

ada kabar tentang teman-teman dan kerabat saya. dan saya sangat senang bisa berteman dengan siapa saja 🙂

ada permasalahan-permasalahan yang harus segera saya selesaikan, ada pula beberapa yang dengan sangat sengaja saya “ikhlaskan”..

ada beberapa keputusan saya yang ambil dan tidak pernah saya sesali..

 

serta,

ada pula cerita tentang beberapa orang yang saya rasa terlalu mencampuri urusan saya, terkesan mencari cari kesalahan saya dan bahkan “membuatkan” kesalahan untuk saya. padahal saya tidak pernah berurusan dengan mereka apalagi berniat mengganggu….. sejujurnya ada perasaan “sakit hati” yang saya rasakan..

menghela nafas panjang dan saya melihat ke luar jendela..

 

ini bukan kali pertama saya menemui hal seperti ini..

saya sama sekali tidak ingin marah atau berbalik mencari tahu tentang mereka apalagi mencari kesalahan mereka…

saya berterima kasih karena ternyata mereka diam diam memperhatikan saya, dan saya lebih senang mengartikan mereka sayang kepada saya.. jika ternyata itupun salah berarti mereka terlampau iri dan menyampaikan ke-iri-annya dengan cara mereka, itu anggapan saya..

dan satu hal lagi yang selalu kembalikan pada pikiran saya, saya adalah orang yang jauh dari deskripsi “baik” jadi wajar jika orang melihat kesalahan pada tindakan saya.

 

saya merasa banyak sekali jalan yang Tuhan berikan kepada saya, jalan untuk keinginan-keinginan kecil saya, jalan untuk mimpi-mimpi saya yang terkadang sudah terlupakan..

dan di setiap jalan yang saya temui, saya selalu teringat pada sayap kanan saya (doa saya) dan sayap kiri saya (doa orang tua), mesin pendingin (orang orang yg menyayangi saya) dan MESIN PENDORONG (orang-orang yang dengan atau tanpa sadar telah menyakiti hati saya)

 

sejauh mata saya memandang, tidak ada ujung disana.. jadi teruslah maju 🙂

 

Iklan

November 11, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

TAKUT

 

 

 

Kesempatanku bersamamu tidaklah banyak dan bisa berakhir kapan saja..

Hal yang sangat kutakutkan adalah saat aku tidak bisa membuatmu bahagia..

Aku takut aku salah mengartikan seperti apa kebahagiaanmu itu..

 

Harapku,

Aku tidak harus menjadi seperti yang kau harapkan untuk membuatmu bahagia…

Aku tidak harus menjadi orang lain untuk membuatmu bahagia..

Aku tidak harus mengatakan bahwa aku menyayangimu untuk membuatmu bahagia..

 

Aku hanya perlu menjadi diriku yang sebenar benarnya bahagia untuk membuatmu bahagia..

 

 

Sebagaimana kau bisa membuatku bahagia, yaitu dirimu yang sebenar benarnya…

 

 

 

Teruntuk orang-orang yang sangat kusayangi di dunia ini..

Agustus 1, 2011 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

TITIK, GARIS DAN LINGKARAN

Entah kenapa, aku menganggap tidak ada yang mutlak di dunia ini (kecuali itu memang kehendak Tuhan) ….

Dan entah kenapa aku sangat takut menhukum orang dengan vonis “baik-buruk-benar-salah” dan sebagainya…………

 

Saat aku berada di posisi sebagai orang yang dapat membahas dan menilai tindakan orang lain, mungkin sebaiknya lebih banyak mendengar dan mengikuti arus tanpa ikut serta memasang vonis kepada orang yang bersangkutan.. yaa meskipun itu terkadang susah karena memvonis orang adalah tindakan yang sangat manusiawi…

 

 

Karena menurut saya….

Saat Tuhan memposisikan kita sebagai seseorang yang berada dalam permasalahan,

kita akan sangat tahu detailnya titik titik masalah dan bagaimana dekatnya titik titik tersebut sehingga bisa membentuk garis

dan bagaimana garis itu berhubungan di kedua ujungnya hingga menjadi suatu lingkaran, yaitu lingkaran permasalahan…

 

Detail titik itulah yang terkadang tidak bisa orang lain lihat… mungkin orang hanya akan melihat ada satu, dua, tiga dan puluhan titik permasalahan padahal kita dan Tuhan tahu betul ada ribuan titik disitu…

 

Apakah mereka salah karena tidak melihat titik yang lain?

Apakah salah mereka memvonis bahwa itu “salah-benar-baik-buruk”?

 

Yang perlu diingat adalah, saat kita menyakiti hati orang lain karena vonis kita kepadanya

tanpa menyadari bahwa kita hanya pengamat yang tahu sebagian detail masalahnya…

itulah yang kurang manusiawi menurut saya..

Agustus 1, 2011 Posted by | Uncategorized | 3 Komentar

awal sebuah perjalanan panjang

19 Agustus 2009 

saat kulihat mata yang berkaca kaca itu…
aku tau itu adalah air mata bahagia..
saat kulihat senyuman yang mengembang itu…
aku tau engkau bangga padaku..
saat kulihat lambaian tanganmu….
aku tau, engkau ingin memberitahu padaku bahwa engkau selalu ada untukku..
saat kulihat peluh itu mengalir di wajahmu…
aku tau, itu adalah tanda kelelahan yang tak pernah ingin kau tunjukkan padaku.. ..

Allah telah memberikan mereka untukku..
mama papa
alasan terbesarku untuk bisa sampai disini
alasan terbesarku untuk bisa berdiri disini
alasan terbesarku untuk selalu kuat
alasan terbesarku untuk selalu bisa
alasan terbesarku untuk tidak pernah menyerah

bahkan angka2 didunia inipun tak akan cukup untuk menghitung jalan yang telah ditunjukkan oleh Allah dan kemudahan2 yang telah diberikan-Nya padaku.. ..
aku tau jalan yang harus aku tempuh masih panjang, dan insyaAllah aku bisa…

sebagai bukti akan kata2 yang takpernah sanggup aku ucapkan, untuk rasa yang takpernah hilang meski aku jauh dari mereka…

aku sayang mama
aku sayang papa
selalu.. .. .. .. .. ..

Maret 10, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Bukan Kata yang Kuminta

Kau tau aku tak setegar itu

Kau tau aku tak sekuat itu

Kau tau aku tak sebahagia suara itu

Kau tau aku berusaha menyembuyikan berjuta masalah itu dengan senyuman

Kau tau aku hanya akan membutuhkan bahu untuk menyandarkan kepala saat aku sudah tidak bisa menahan beban itu, tanpa harus bertanya apa, kenapa dan bagaimana

Kau tau aku takkan bisa menyampaikan isi hati ini sebaik orang lain menyampaikan isi hatinya

Kau tau air mataku akan selalu menggenang di sudut mata saat aku harus bertatap mata denganmu

kau tau aku akan segera memalingkan badan ini ketika untuk sekian kalinya kita akan berpisah, agar kau tak melihatku bersedih

kau tau aku akan lemah saat berada di dekatmu karna aku akan bisa berkeluh kesah, hal yang tidak pernah kuucap kepada orang lain..

Tapi,
satu yang takpernah kau tau dan kau mengerti..
bukan hanya kata yang kuminta..

Maret 10, 2011 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Al Mawaddah

sebenarnya ini adalah tulisan saya hampir 6 bulan yang lalu…

 

5 tahun tinggal di bangunan lantai 3 ini, sebagian besar aktivitasku memang habis diluar kosan namun jutaan hal hal kecil yang berarti dalam hidupku aku temukan disini. Pulang sore-malam, berangkat pagi. Dari kamar menuju garasi dan sebaliknya. Saat menaiki tangga dan melewati ruang makan aku tersadar. Mulai saat ini, semua tak akan seperti dulu.

 

15 Agustus 2010,

beberapa teman dikosan (lebih tepatnya rumah keduaku) akan secara resmi pindah hari ini. Berarti akan lebih sedikit lagi temen sahur bareng besok pagi. Rasa kehilangan memang sangat wajar. Jika aku ingat:

 

– Suara “assalmualaikum” pertanda sampai dikosan, yang khas dari beberapa orang, akan segera dijawab oleh anak kosan lain.

 

– mampir ke kamar tetangga untuk sekedar bergosip dan terkadang curhat. Jangan pernah menganggap remeh curhat. Dari sinilah kita saling didekatkan satu sama lain. Dari sinilah kita bisa lebih mengenal. Dari sinilah kita mulai saling membantu, memberi saran untuk memecahkan atau bahkan hanya sebagai pendengar yang bisa meringankan beban. Dari sinilah aku sering mendapat pelajaran yang tidak kupelajari di kampus. dari sinilah kita tidak perlu lagi melihat status di facebook atau twitter untuk saling tahu keadaan teman teman.

 

– makaaan, kebutuhan pokok kami, untuk urusan “nitip” – “dititipin”. Bisa kurasakan, kebiasaan ini mulai hilang.

 

– TV di ruang makan, saksi kita tertawa, makan bersama, “membahas” orang, menjadi komentator handal acara di TV, ngenet bersama dengan lappi bertebaran di tiap sisi meja makan, sahur, buka, sekaligus ajang info klo ada barang hilang ☺ dan sempat menjadi sarang piring2 burjo yang tak kunjung dikembalikan

 

– Makanan di kulkas raib, masalah internet, masalah parkir, masalah jam malam, masalah berisik, masalah jemuran, masalah salah paham dengan tetangga kamar. Konflik konflik yang pernah terjadi, bukan membuat kita benci satu sama lain tapi membuat kita “baiklah aku cukup mengerti kamu memang orangnya begitu dan kamu tetaplah temanku”.

 

– Ketika aku tersenyum dalam segala masalahku, terkadang aku bisa berbagi dengan mereka (saudari saudariku di Al Mawaddah) – Saling berbagi, mulai makanan, perabot, persiapan kondangan, dan berbagi suka duka, Saling membantu, saling menghibur, saling memberi semangat, saling menguatkan

 

– Bahkan saat harus kehilangan salah satu teman untuk selama-lamanya, kami tahu dia akan lebih bahagia disana, di sisi Allah SWT. (doa kami selalu untuk Melly Risma)

 

– Mendadak malam2 harus ke UGD atau RS terdekat karna ada yang sakit, dengan kesadaran penuh bahwa kita sedang sama sama jauh dari orang tua, jadi keluarga terdekat mereka adalah kita.

 

-Gajian, ulang tahun, lulusan S1-S2.. makan makan, karaokean, Pizza di meja makan, nasi kuning, kamar berantakan, sendal berantakan…………………………..

 

– ….. … …. … … … …. .. …… tidak bisa kutulis labih lagi karena akan membutuhkan lebih dari satu hari untuk menuangkan kenangan2 itu dalam tulisan.

 

Tapi lebih dalam lagi, aku mencoba mengerti. Aku sudah sangat beruntung, diberi kesempatan mengenal, belajar dan hidup bersama mereka yang namanya tidak bisa kusebut satu persatu. Mungkin ini bagian dari latihan dalam hidup kita. Melatih untuk siap kehilangan (bukan dalam arti yang aneh aneh).

 

Untuk beberapa yang sudah sangat jarang aku temui dan beberapa masih lumayan sering aku temui. Dimanapun sekarang kita berada, semoga kita semua dalam lindungan Allah dan berbahagia selalu. Amin amin amin. I love you all 🙂

 

Maret 10, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

..dan saya berhak untuk tidak mengomentari..

apa yang ada di pikiran saya saat mendengar komentar miring atau sindiran…………..

untuk satu, dua, tiga, empat hal dan seterusnya.. mungkin hanya saya dan Tuhan yang tau, atau kadang ditambah dengan beberapa teman dekat…

bukan berarti berbohong, hanya saja baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain.. jadi untuk menghindari konflik, diam adalah salah satu bentuk hal yang bisa dipilih..

diam saat mendengar kata2 yang agak dan atau sangat menusuk juga merupakan hal yang bisa dipilih.. bukan berarti kita makhluk lemah karena menerima itu begitu saja, tapi usaha kita yang kuat untuk tetap tersenyum adalah kekuatan kita sesungguhnya..

setiap mendengar apa pikiran orang tentang apa yang sudah kita lakukan, dan saya yakin itu benar dan untuk kebaikan, saya akan tersenyum dan berucap dalam hati “anda berhak untuk berkomentar dan saya berhak untuk tidak menanggapinya”

selesailah.. tidak ada kata2 menyakitkan dan kasar yang harus kita ungkapkan..

Juli 19, 2010 Posted by | Uncategorized | 5 Komentar

-mengeluh-

Saat matahari tepat diatas kepala, kaki melangkah menuju tempat parkir. Inilah saat menjemput pasien (pertama atau kedua), panas dan lelah pastinyaaa. Tapi itulah yang kulakukan hampir setiap hari (saat stase di salah satu klinik), tetap tersenyum dan menyapa orang-orang yang kukenal dengan baik atau “hanya setengah” kenal baik.  Ini hanya salah satu (dari sekian banyak) kegiatan yang saya dan mungkin hampir semua teman-teman saya lakukan.

Terkadang semua dapat kulalui dengan lancar hingga saat pulang tiba, tetapi terkadang saat pulang tiba ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokanku dan dia berontak ingin dikeluarkan. Dia adalah perasaan ingin duduk, istirahat, dan menyandarkan kepala kepada seseorang sembari memejamkan mata dan ”mengeluh”. Buatku tidak lah mudah untuk menyampaikan keluhan kepada orang lain, karena akan membuatku ketagihan untuk “mengeluh” dan menurutku itu tidak menyelesaikan masalah.

Sampai pada satu titik dimana keluhan keluhan itu sampai pada ujung kepala dan akan keluar begitu saja lewat mana saja kalo saya tidak memberikan jalan keluar. Saat inilah biasanya saya akan (pertama) menghabiskan waktu dengan menyusuri jalan manasaja dan melihat banyaknya kehidupan atau warna lain di dunia ini. Bukan hanya saya, pasien, kursi gigi, dokter jaga, teman, pacar, dan kewajiban lainnya. (kedua) saya akan menghabiskan waktu sendirian untuk membaca buku sembari menikmati indahnya pantai, biasanya saya lakukan saat teman-teman atau pacar sibuk dan atau saya tahu mereka sedang harus menyelesaikan sesuatu. (ketiga) saat tidak tertahankan lagi, biasanya saya akan menyediakan sedikit waktu (sedikit saja) mata saya untuk berair dan menangis. (keempat) saya akan melakukan kegiatan yang tidak biasa saya lakukan, membuka lembaran foto demi foto keluarga, biasanya ini akan membuat saya sangat kuat untuk menghadapi tekanan. (kelima) ini adalah cara yang paling menyenangkan, bertemu dengan teman atau pacar dan menyampaikan keluhan itu dengan tanpa mengeluh. Terdengar aneh, tapi saya lebih suka menyebutnya begitu. Ceritakan apa yang terjadi sebenarnya lengkap bersama perasaan saat kejadian, tetapi dengan santai dan anggap itu adalah masalah yang juga akan atau pernah mereka alami. Bungkus itu dengan tertawa, atau tampang sedih yang akan mengundang tawa, atau timpali lagi dengan hal-hal yang berbau lucu.

Juni 23, 2010 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

PKMI-2007

Efek Pemakaian Tongue piercing terhadap Penurunan Fungsi Pengecapan (Kajian in vivo pada Gemma gustatoria Lidah Tikus Jantan Sprague dawley)

Feby Aryani, Afrini Puspita, Erlian Septiana Sari

Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Abstract           

Tongue piercing has become increasingly populer on today’s society. Several case reports associated with tongue piercing have been  presented  various complications, one of which is taste nerve damage. Unfortunately the study concerned with lingual gustatory cells as taste chemoreceptors has not been well-investigated yet. This study was aimed to investigate the decrease of taste function induced by tongue piercing through evaluating the histological changes of number of gustatory cells in male Sprague dawley rats.

Eighteen Sprague dawley rats were divided into one control group of 3 untreated rats and three experimental groups of 5 rats each,  according to the duration of tongue piercing until the end of 1st week (A), 6th week (B), and 12th week (C). At the end of treatments, all prior anesthetized rats were sacrificed . The tongues were cut to prepare histological specimens with H&E staining. The number of gustatory cells on fungiform papillae was counted under light microscope. All experimental procedures were carried out under approval of study protocol by the Health and Medical Research Ethics Committee Faculty of Medicine Gadjah Mada University, Yogyakarta.  

The microscopial examination indicated that rats pierced until 12th week had  the most decreased number of gustatory cells. One way ANOVA (p < 0.05) showed significant differences between control and treatment groups, but within treatment groups were not significantly different. It was concluded that tongue piercing during 12 weeks could affect the decreasing of number of gustatory cells, considerably lead to decreased taste function.

Keywords: tongue piercing, gustatory cells,  taste function

April 12, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

bukan dilema biasa

15.02.2010

hari yang berat adalah hal biasa.. tapi hari ini berbeda..

entah karena emosi yang sedang tidak stabil, atau memang hatiku berkata demikian.. bukan kali ini saja, bukan hari ini saja.. aku merasa, bukan ini yang kucari selama ini..

satu hal yang membuatku bertahan selama ini dalam keadaan seperti ini adalah aku takut aku tidak terbiasa, aku takut ini adalah kutukan, aku takut aku salah…

tidak ada hal yang menyakitkan, tidak ada penghianatan, tidak ada kebohongan, yang ada adalah keraguanku sendiri..

tetapi semakin lama kurasa, aku harus mengambil keputusan.. tidak bisa aku memelihara harapan orang-orang yang menyayangiku, membiarkan mereka dipenuhi dengan harapan yang sebenarnya tidak ada padaku…. … …

hffffff…

Februari 15, 2010 Posted by | Uncategorized | 4 Komentar